News Update

Loading...

Rabu, 08 Agustus 2012

Kacang Komak Bermanfaat Sebagai Antidiabetes


BOGOR--Riset yang dilakukan peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Arif Hartoyo menyatakan bahwa kacang komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) bermanfaat sebagai antidiabetes.

"Isolat protein kacang komak juga mempunyai sifat fungsional seperti antioksidan, antikolesterol, dan antiobesitas," katanya di Bogor.

Menurut dia, dari hasil penelitian menunjukkan mencit yang terkena diabetes dan kolesterol tinggi kemudian diberi isolat kacang komak kondisi sel beta-nya sama dengan mencit normal.

Sementara mencit yang menderita diabetes dan kolesterol tinggi sel beta-nya tidak tampak, katanya.

Ia mengatakan, hal itu karena isolat kacang komak menstimulasi peningkatan jumlah sel beta pankreas, sekresi insulin, dan menghambat kerusakan sel beta pankreas sehingga jumlah insulin meningkat yang menyebabkan glukosa darah turun.

Jumlah insulin meningkat, katanya, juga menghambat sintesis VLDL (very low density lipoprotein) meningkatkan aktivitas reseptor LDL (low density lipoprotein) yang menyebabkan kolesterol turun.

"Dengan hasil penelitian ini kacang komak sangat bagus untuk penderita diabetes melitus, karena bisa menurunkan kadar glukosa darah," katanya.

Ia juga menjelaskan keunggulan kacang komak, sangat cocok sebagai pengganti kedelai.

Dikemukakannya bahwa kacang komak mengandung kadar protein tinggi yakni 21,42 persen dan lemak yang rendah yakni 0,98 persen.

Selain itu, kata dia, kacang komak juga bisa menjadi bahan baku pangan fungsional karena mengandung serat pangan tinggi, oligosakarida, fitosterol, flavonoid, globulin 7 S dan 11 S


dari:  REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 07 Agustus 2012

Vitamin C plus plus Mesoslim C untuk memperindah Tubuh anda


This product is very effective to be used for slimming and weight-loss treatments. It is a proven and high-quality product from Austria.

Composition ( per 5 ml) :

Vitamin C 1000 mg
Alginacid 200 mg
Laminarin 30 mg
Fucoidan 35 mg

Rp. 135 000,-




Vitamin C Injection


Rp. 120 000,_




Duo C - Coll ®Kemas & Pengiriman: 10 Ampoules @ 5 ml
Negara Asal: Spanyol
Keterangan: This product is very suitable and effective for Anti Aging & Whitening Treatments. It will make the skin exceptionally brighter. In addition, it can also be used to handle spots / flex cases.

Composition ( per 5 ml) :

Ascorbic acid 1000 mg
Collagen 550 mg


Hubungi dr. Yusnita  08128026822 ;  PIN BB 2314C9D4 (konsultasi di jam kerja)

Senin, 30 April 2012

Mediemart Solusi Obat Pilihan


“Mediemart adalah  tempat dilaksanakannya kegiatan kefarmasian komprehensif  baik  pelayanan penyediaan obat-obatan obat retail, obat resep serta obat tradisional Indonesia serta referensi negara rujukan obat tradisional seperti China India , Arab dll, alat kesehatan,injeksi ,preparat biologis dan kosmetik.
“Mediemartadalah  pelayanan satu pintu dari pembelian obat atau resep, pelayanan penyajian, semua obat yang disediakan, obat modern maupun obat tradisional, kosmetik dan kebutuhan pokok semua disediakan dengan fasilitas yang mumpuni
PENGADAAN & PENYIMPANAN
1.Supply chain berkesinambungan
2.Patient Safety
3.Pemilihan produsen berkualitas
4.Focus pada expire date
5.Peduli pola penyakit sekitar
6.Management obat narkotika
7.Menyimpan dan membagikan preparat biologis (Vaccin management system)
8.Pendistribusian dengan tepat sesuai permintaan obat modern maupun  obat tradisional
9.Penyediaan Kebutuhan pokok minimal (Sabun, kosmetik dasar, kebutuhan pokok minimal)
Konsep Distribusi
 
Resep Individual
  
Grossir
Obat Racikan ,Obat Tradisional dan OTC
 
Resep Individual

 
Untuk resep dari dokter dilaksanakan seperti pelayanan resep biasa,  dengan queing 

system yang membuat nyaman penunggu obat , pelayanan  lain delivery service 

lengkap sms telpon ,internet, fax serta jemput resep

Pelayanan Resep Tradisional disediakan counter khusus, untuk jamu, obat china dan 
    
obat tradisional lainnya semua dilayani oleh Assisten Apoteker diawasi oleh apoteker   

konsultan dokter berdasarkan permintaan

Grossir

Grossir, pembelian dengan partai besar minimal satu box dilayani dengan harga khusus 
biasanya melayani dokter2 praktek dan klinik2 umum 
Obat Racikan dan Obat Tradisional dan OTC


 
Obat racikan dan obat tradisional siap saji disiapkan secara segar (recentur paratus
ditempat dari simplisia dibuat sendiri,  penyajian obat di tempat dibuat dengan konsep
cafe
Konsep Penjualan

Individual  resep

Dengan konsep distribusi  by phone, fax ,sms, internet (Yahoo Messenger, Black 

berry Messenger) dan semua jaringan lainnya memungkinkan untuk meraih 

customer dengan baik dan bisa dijangkau oleh semua kalangan pembeli obat

dengan resep atau penjualan bebas , memberi kesan interaktif dengan customer
Konsultasi gratis oleh Apoteker memberi peluang untuk menjual produk lebih 
  
 banyak  by phone, sms dll
Penjualan langsung dilayani oleh Assisten Apoteker terlatih dan didampingi oleh 

 Apoteker saat penyajian obat modern maupun obat tradisional siap saji
Diskon special untuk member secara multi level akan cepat menambah customer
Harga grossir dan  bersaing
Penjulan Kolektif

Bekerja sama dengan  Instansi-instansi pemerintah dan asuransi kantor dan lembaga lain    
dengan system jemput bola
Link Pabrik bekerja sama dengan HRD masing-masing untuk pengambilan obat dan  
kosmetik non tunai 
Member get Member  diskon kolektif akan memacu Member untuk menaikan revenue
Memfasilitasi MLM untuk menyediakan produk

 
 

Rabu, 20 April 2011

Mediemart


SEDIKIT BERBAGI TENTANG OBAT WAJIB APOTIK  yang harus tersedia di apotik

Obat Bebas
Obat bebas dapat dijual bebas di warung kelontong, toko obat berizin, supermarket serta apotek. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli dalam jumlah sangat sedikit saat obat diperlukan, jenis zat aktif pada obat golongan ini relatif aman sehingga pemakainnya tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli bersama kemasannya.

Di Indonesia, obat golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Yang termasuk golongan obat ini yaitu obat analgetik/pain killer (parasetamol), vitamin dan mineral. Ada juga obat-obat herbal tidak masuk dalam golongan ini, namun dikelompokkan sendiri dalam obat tradisional (TR).

Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan (ada di kotak hitam dengan tulisan putih seperti di bawah). Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.

Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang 5 (lima) sentimeter, lebar 2 (dua) sentimeter dan memuat pemberitahuan berwarna putih sebagai berikut:

Seharusnya obat jenis ini hanya dapat dijual bebas di toko obat berizin (dipegang seorang asisten apoteker) serta apotek (yang hanya boleh beroperasi jika ada apoteker, no pharmacist no service), karena diharapkan pasien memperoleh informasi obat yang memadai saat membeli obat bebas terbatas.

Contoh obat golongan ini adalah: pain relief, obat batuk, obat pilek dan krim antiseptik.

Obat Keras
Golongan obat yang hanya boleh diberikan atas resep dokter, dokter gigi, dan dokter hewan ditandai dengan tanda lingkaran merah dengan lingkaran luar berwarna hitam dan terdapat huruf K di dalamnya. Yang termasuk golongan ini adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA). Juga termasuk didalamnya narkotika dan psikotropika tergolong obat keras.

Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Contoh : Diazepam, Phenobarbital

Obat Narkotika


Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.

Contoh : Morfin, Petidin

Note:

Obat bebas dan obat bebas terbatas, termasuk obat daftar W (Warschuwing) atau OTC (over the counter).
Pada obat bebas terbatas terdapat salah satu tanda peringatan nomor 1- 6 (P nomor 4 sudah tidak dipakai lagi).
Obat keras nama lain yaitu obat daftar G (Gevarlijk), bisa diperoleh hanya dengan resep dokter.
OWA (obat wajib apoteker) yaitu obat keras yang dapat diberikan oleh apoteker pengelola apotek (APA), hanya bisa didapatkan di apotek.
Obat Wajib Apotek (OWA)
Selain memproduksi obat generik, untuk memenuhi keterjangkauan pelayanan kesehatan khususnya akses obat pemerintah mengeluarkan kebijakan OWA.

OWA merupakan obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) kepada pasien. Walaupun APA boleh memberikan obat keras, namun ada persayaratan yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA.

Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh diberikan kepada pasien. Contohnya hanya jenis oksitetrasiklin salep saja yang termasuk OWA, dan hanya boleh diberikan 1 tube.
Apoteker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data pasien (nama, alamat, umur) serta penyakit yang diderita.
Apoteker wajib memberikan informasi obat secara benar mencakup: indikasi, kontra-indikasi, cara pemakain, cara penyimpanan dan efek samping obat yang mungkin timbul serta tindakan yang disarankan bila efek tidak dikehendaki tersebut timbul.
Jenis OWA

Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat, maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep hidrokotison), infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi sistemik (CTM), obat KB hormonal.

Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan:

Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit.
Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.
Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.
Diantara peraturan mengenai OWA adalah antara lain :
· Permenkes no.919/MENKES/PER/X/1993 tentang criteria OWA
· Kepmenkes no.347/MENKES/SK/VII/1990 tentang OWA no.1
· Permenkes no.924/MENKES/PER/X/1993 tentang OWA no.2

OBAT KERAS YANG DAPAT DISERAHKAN TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER DI APOTEK
DAFTAR OBAT WAJIB APOTIK ( D O W A )


NO NAMA GENERIK JUMLAH MAKSIMAL YANG DAPAT DIBERIKAN KEPADA PASIEN
DOWA I ( LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI,NOMOR : 347/MenKes/SK/VII/1990 )

1 Aminofilin Supp. maks 3 supp.
2 Asam Mefenamat maks 20 tab
sirup 1 botol
3 Asetilsistein maks 20 dus
4 Astemizole
5 Betametason maks 1 tube
6 Bisakodil Supp. maks 3 supp.
7 Bromhexin maks 20 tab
sirup 1 botol
8 Desoksimetason maks 1 tube
9 Dexchlorpheniramine maleat
10 Difluocortolon maks 1 tube
11 Dimethinden maleat
12 Ekonazol maks 1 tube
13 Eritromisin maks 1 botol
14 Framisetna SO4 maks 2 lembar
15 Fluokortolon maks 1 tube
16 Fopredniliden maks 1 tube
17 Gentamisin SO4 maks 1 tube
18 Glafenin maks 20 tab
19 Heksakklorofene maks 1 botol
20 Hexetidine maks 1 botol
21 Hidrokortison maks 1 tube
22 Hidroquinon maks 1 tube
23 Hidroquinon dgn PABA maks 1 tube
24 Homochlorcyclizin HCl
25 Karbosistein maks 20 tab
sirup 1 botol
26 Ketotifen maks 10 tab
sirup 1 botol
27 Kloramfenikol maks 1 tube
28 Lidokain HCl maks 1 tube
29 Linestrenol 1 siklus
30 Mebendazol maks 6 tab
sirup 1 botol
31 Mebhidrolin maks 20 tab
32 Metampiron maks 20 tab
sirup 1 botol
33 Metoklopramid HCl maks 20 tab
34 Mikonazol nitrat maks 1 tube
35 Neomisin SO4 maks 1 tube
36 Nistatin maks 1 tube
37 Oksitetrasiklin maks 1 tube
38 Oksolamin Sitrat maks sirup 1 botol
39 Oxomemazin
40 Pheniramin hidrogen maleat maks 20 tab biasa
3 tab pip lambat.
41 Salbutamol inhaler 1 tabung
maks 20 tab
sirup 1 botol
42 Terbutalin SO4 maks 20 tab
sirup 1 botol
43 Tetrasiklin maks 1 tube
44 Tolnaflat maks 1 tube
45 Triamcinolone acetonide maks 1 tube
46 Triamsinolon maks 1 tube

DOWA II ( LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI,NOMOR : 924/MENKES/PER/X/1993 )
1 Albendazol tab 200mg, 6 tab
tab 400mg, 3 tab
2 Bacitracin 1 tube
3 Benorilate 10 tablet
4 Bismuth subcitrate 10 tablet
5 Carbinoxamin 10 tablet
6 Clindamicin 1 tube
7 Dexametason 1 tube
8 Dexpanthenol 1 tube
9 Diclofenac 1 tube
10 Diponium 10 tablet
11 Fenoterol 1 tabung
12 Flumetason 1 tube
13 Hydrocortison butyrat 1 tube
14 Ibuprofen tab 400 mg, 10 tab
tab 600 mg, 10 tab
15 Isoconazol 1 tube
16 Ketokonazole kadar <2% krim 1 tube scalp sol. 1 btl 17 Levamizole tab 50 mg, 3 tab 18 Methylprednisolon 1 tube 19 Niclosamide tab 500mg, 4 tab 20 Noretisteron 1 siklus 21 Omeprazole 7 tab 22 Oxiconazole kadar<2%,>
23 Pipazetate sirup 1 botol
24 Piratiasin Kloroteofilin 10 tablet
25 Pirenzepine 20 tablet
26 Piroxicam 1 tube
27 Polymixin B Sulfate 1 tube
28 Prednisolon 1 tube
29 Scopolamin 10 tablet
30 Silver Sulfadiazin 1 tube
31 Sucralfate 20 tablet
32 Sulfasalazine 20 tablet
33 Tioconazole 1 tube
34 Urea 1 tube
DOWA III ( LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI,NOMOR
1 Alopurinol maks 10 tab 100mg
2 Aminofilin supositoria maks 3 supositoria
3 Asam Azeleat maks 1 tube 5 g
4 Asam Fusidat maks 1 tube 5 g
5 Bromheksin maks 20 tab
sirup 1 botol
6 Diazepam maks 20 tab
7 Diklofenak natrium maks 10 tab 25mg
8 Famotidin maks 10 tab 20mg/40mg
9 Gentamisin maks 1 tube 5 gr atau botol 5 ml
10 Glafenin maks 20 tab
11 Heksetidin maks 1 botol
12 Klemastin Maks 10 tab
13 Kloramfenikol (Obat Mata) maks 1 tube 5 gr atau botol 5ml
14 Kloramfenikol (Obat Telinga) maks 1 botol 5ml
15 Mebendazol maks 6 tab
sirup 1 botol
16 Metampiron + Klordiazepoksid maks 20 tab
17 Mequitazin Maks 10 tab atau botol 60ml
18 Motretinida maks 1 tube 5g
19 Orsiprenalin maks 1 tube inhaler
20 Piroksikam maks 10 tab 10mg
21 Prometazin teoklat maks 10 tab atau botol 60ml
22 Ranitidin maks 10 tab 150mg
23 Satirizin maks 10 tab
24 Siproheptadin maks 10 tab
25 Toisiklat maks 1 tube 5g
26 Tolnaftat maks 1 tube
27 Tretinoin maks 1 tube 5g

Selasa, 05 April 2011

Khasiat Daging Kuda

Khasiat Daging Kuda


Di kalangan masyarakat umum, sate kuda masih terasa asing. Namun, dikalangan penggemarnya, sate kuda ini sangat terkenal, karena khasiatnya yang melegenda.

Daging kuda dapat memperkuat daya tahan dan vitalitas tubuh. Daging kuda memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi, serta rendah kolesterol.

Berdasarkan pengalaman orang orang yang mengkonsumsinya, daging kuda dapat menyembuhkan linu di pinggang, pegal-pegal, lesu, linu di persendian (rematik), asma, flek paru-paru, dan menurunkan kadar gula darah.

Salah satu pengalaman penggemar sate kuda, yang menarik adalah Subari (50), warga Bogeman Wetan, Kota Magelang. Sebelum mengkonsumsi sate kuda, dia memiliki kadar gula yang tinggi, yaitu : 580. Sehingga bandan sering lesu, sering haus, penglihatan mulai kabur, dan Mr. P-nya tidak dapat ereksi.

Setelah mengkonsumsi sate kuda secara rutin dua kali seminggu, selama satu tahun, Subari memeriksakan kadar gulanya ke laboratorium. Ternyata, kadar gulanya tinggal 200. Penglihatannyapun mulai normal kembali. Dan, Mr.P-nya, tidak hanya bisa "bangun" tapi juga keras, sehingga kewajiban sebagai suami tetap dapat dijalankan...


sumber: Khasiat Daging Kuda http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2047665-khasiat-daging-kuda/#ixzz1IdSrIKNx

Kamis, 31 Maret 2011

Mediemart


• "Mediemart" merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan kefarmasian komprehensif baik pelayanan penyediaan obat-obatan obat retail, obat resep serta obat tradisional Indonesia serta referensi negara rujukan obat tradisional seperti China India , Arab dll, alat kesehatan,injeksi dan preparat biologis
• "Mediemart" pelayanan satu pintu dari pembelian obat atau resep, pelayanan penyajian, semua obat yang disediakan, obat modern maupun obat tradisional, semua disediakan dengan fasilitas yang mumpuni
 Apotek dengan pola distribusi Just in time yang sangat peduli dengan kualitas obat sehingga sumber masuk obat pun resmi dan tertelusur dijamin ASLI


SEDIKIT BERBAGI TENTANG OBAT WAJIB APOTIK yang harus tersedia di apotik
•Obat Bebas
Obat bebas dapat dijual bebas di warung kelontong, toko obat berizin, supermarket serta apotek. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli dalam jumlah sangat sedikit saat obat diperlukan, jenis zat aktif pada obat golongan ini relatif aman sehingga pemakainnya tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli bersama kemasannya.

Di Indonesia, obat golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Yang termasuk golongan obat ini yaitu obat analgetik/pain killer (parasetamol), vitamin dan mineral. Ada juga obat-obat herbal tidak masuk dalam golongan ini, namun dikelompokkan sendiri dalam obat tradisional (TR).
•Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan (ada di kotak hitam dengan tulisan putih seperti di bawah). Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.

Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang 5 (lima) sentimeter, lebar 2 (dua) sentimeter dan memuat pemberitahuan berwarna putih sebagai berikut:

Seharusnya obat jenis ini hanya dapat dijual bebas di toko obat berizin (dipegang seorang asisten apoteker) serta apotek (yang hanya boleh beroperasi jika ada apoteker, no pharmacist no service), karena diharapkan pasien memperoleh informasi obat yang memadai saat membeli obat bebas terbatas.
Contoh obat golongan ini adalah: pain relief, obat batuk, obat pilek dan krim antiseptik.
• Obat Keras
Golongan obat yang hanya boleh diberikan atas resep dokter, dokter gigi, dan dokter hewan ditandai dengan tanda lingkaran merah dengan lingkaran luar berwarna hitam dan terdapat huruf K di dalamnya. Yang termasuk golongan ini adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA). Juga termasuk didalamnya narkotika dan psikotropika tergolong obat keras.

Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Contoh : Diazepam, Phenobarbital
•Obat Narkotika

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.
Contoh : Morfin, Petidin
Note:
1.Obat bebas dan obat bebas terbatas, termasuk obat daftar W (Warschuwing) atau OTC (over the counter).
2.Pada obat bebas terbatas terdapat salah satu tanda peringatan nomor 1- 6 (P nomor 4 sudah tidak dipakai lagi).
3.Obat keras nama lain yaitu obat daftar G (Gevarlijk), bisa diperoleh hanya dengan resep dokter.
4.OWA (obat wajib apoteker) yaitu obat keras yang dapat diberikan oleh apoteker pengelola apotek (APA), hanya bisa didapatkan di apotek.
•Obat Wajib Apotek (OWA)
Selain memproduksi obat generik, untuk memenuhi keterjangkauan pelayanan kesehatan khususnya akses obat pemerintah mengeluarkan kebijakan OWA.
OWA merupakan obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) kepada pasien. Walaupun APA boleh memberikan obat keras, namun ada persayaratan yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA.
1. Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh diberikan kepada pasien. Contohnya hanya jenis oksitetrasiklin salep saja yang termasuk OWA, dan hanya boleh diberikan 1 tube.
2. Apoteker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data pasien (nama, alamat, umur) serta penyakit yang diderita.
3. Apoteker wajib memberikan informasi obat secara benar mencakup: indikasi, kontra-indikasi, cara pemakain, cara penyimpanan dan efek samping obat yang mungkin timbul serta tindakan yang disarankan bila efek tidak dikehendaki tersebut timbul.
Jenis OWA
Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat, maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep hidrokotison), infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi sistemik (CTM), obat KB hormonal.
Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan:
1.Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
2.Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit.
3.Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
4.Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.
5.Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.
Diantara peraturan mengenai OWA adalah antara lain :
• Permenkes no.919/MENKES/PER/X/1993 tentang criteria OWA
• Kepmenkes no.347/MENKES/SK/VII/1990 tentang OWA no.1
• Permenkes no.924/MENKES/PER/X/1993 tentang OWA no.2

Sabtu, 29 Mei 2010

PENGOLAHAN AIR ASIN ATAU AIR PAYAU DENGAN REVERSE OSMOSIS

Proses mengolah air asin/payau menjadi air tawar atau sering dikenal dengan istilah desalinasi dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) macam yaitu
1. Proses destilasi (suling).
2. Proses penukar ion dan
3. Proses filtrasi.
Proses destilasi memanfaatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik-titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar. Proses desalinasi menggunakan teknik penukar ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air. Pada proses ini ion garam (Na Cl) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2 .
Materi penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis.
Materi penukar ion alam misalnya zeolit sedangkan yang sintetis resin (resin kation dan resin anion).
Proses desalinasi yang ke tiga menggunakan filter semipermeabel untuk memisahkan molekul garam dalam air. Proses ketiga ini lebih dikenal dengan sistem osmose balik (Reverse Osmosis). Keistimewaan dari proses ini adalah mampu nyaring molekul yang lebih besar dari molekul air. Model pengolahan air asin/payau yang diuraikan pada tulisan ini adalah hasil rancangan tim Kelompok Air Bersih dengan kapasitas 7,5 - 10 m3/hari. Unit ini sudah dipasang di Kepulauan Seribu Jakarta Utara (Pulau Tidung, Pramuka dan Kelapa), di Palembang (Unit RO bergerak) dan di Cilacap Jawa Tengah.

KATA KUNCI : Reverse Osmosis, Destilasi, Filtrasi, Mobile RO
JENIS TEKNOLOGI : Teknologi Pengolahan Air Bersih
TARGET PENGGUNAAN : Rumah Tangga, Komunal (kelompok)

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Sumber air tersebut ada yang diperoleh dari air tanah, mata air air sungai, danau dan air laut. Sumber air di bumi tersebut berasal dari suatu siklus air dimana tenaga matahari merupakan sumber panas yang mampu menguapkan air. Air baik yang berada di darat maupun laut akan menguap oleh panas matahari. Uap kemudian naik berkumpul menjadi awan. Awan mengalami kondensasi dan pendinginan akan membentuk titik-titik air dan akhirnya akan menjadi hujan. Air hujan jatuh kebumi sebagian meresap kedalam tanah menjadi air tanah dan mata air, sebagian mengalir melalui saluran yang disebut air sungai, sebagian lagi terkumpul dalam danau/rawa dan sebagian lagi kembali ke laut
Manusia sering dihadapkan pada situasi yang sulit dimana sumber air tawar sangat terbatas dan di lain pihak terjadi peningkatan kebutuhan. Bagi masyarakat yang tinggal didaerah pantai, pulau kecil seperti kepulauan seribu air tawar merupakan sumber air yang sangat penting. Sering terdengar ketika musim kemarau mulai datang maka masyarakat yang tinggal di daerah pantai atau pulau kecil-kecil mulai kekurangan air. Air hujan yang merupakan sumber air yang telah disiapkan di bak penampung air hujan (PAH) sering tidak dapat mencukupi kebutuhan pada musim kemarau.
Padahal kita mengetahui bahwa sebenarnya sumber air asin itu begitu melimpah, kenyataan menunjukkan bahwa ada banyak daerah pemukiman yang justru berkembang pada daerah pantai. Melihat kenyataan semacam itu manusia telah berupaya untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar mulai dari yang menggunakan teknologi sederhana seperti menyuling, filtrasi dan ionisasi (pertukaran ion). Sumber air asin/payau yang sifatnya sangat melimpah telah membuat manusia berfikir untuk mengolahnya menjadi air tawar.
Untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar manusia telah mengembangkan sistem pengolahan air asin/payau dengan teknologi membran semipermeabel. Membran (selaput) semipermeabel adalah suatu selaput penyaring skala molekul yang dapat ditembus oleh molekul air dengan mudah, akan tetapi tidak dapat atau sulit sekali dilalui oleh molekul lain yang lebih besar dari molekul air.
Teknologi pengolahan air asin/payau yang akan dibahas pada tulisan ini terutama yang menggunakan teknologi filtrasi membran semipermeabel. Teknologi pengolahan air asin/payau ini lebih dikenal dengan sistem osmosa balik (Reverse Osmosis disingkat RO).
Teknologi ini menerapkan sistem osmosis yang dibalik yaitu dengan memberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis air asin/payau. Air asin/payau tersebut ditekan supaya melewati membran yang bersifat semi permeabel, molekul yang mempunyai diameter lebih besar dari air akan tersaring.
1.2. Tujuan dan Sasaran
Tujuan penerapan teknologi RO adalah :
Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan air bersih. Maksudnya adalah untuk mencukupi kebutuhan akan air bersih sebagai bagian dari kebutuhan dasar setiap manusia.
• Pengenalan teknologi pengolahan air asin/payau. Teknologi pengolahan air asin/payau ada tiga macam yaitu : 1. Penyulingan. 2. Penyaringan dan 3. Pertukaran ion. Pengenalan yang dilakukan disini adalah yang menggunakan teknik penyaringan tingkat molekul.
Sasaran dari penerapan teknologi ini adalah:
• Pemenuhan air minum yang sehat, sebab air hasil olahan dengan teknologi ini berupa air bersih yang sehat, tidak berbau, jernih, tidak berasa, bebas bakteri, dan tidak asin.
• Pemanfaatan sumberdaya yang ada, maksudnya adalah memanfaatkan sumberdaya air yang berasal dari air payau, atau asin. Padahal kita mengetahui bahwa sumber air asin merupakan sumberdaya yang sangat melimpah.
1.3. Manfaat
Alat pengolah air sistem RO mempunyai fungsi untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar dengan cara filtrasi tingkat molekul, dengan demikian alat ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Pemanfaatan teknologi ini akan memberi kemudahan bagi manusia untuk mendapatkan air bersih yang diperoleh dari pengolahan air asin/payau.
Manfaat lainnya yang dapat dinikmati oleh manusia dengan diterapkannya pengolah air sistem RO berupa peningkatan mutu kualitas air hasil olahan. Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Pandual Kualitas Air Hasil Pengolahan Sistem RO

Tabel 2. Paduan Kualitas Air Hasil Uji Coba di Kelapa Gading Jakarta Utara
Tekanan Membran :300 Psi, Temperatur Air : 20-28 oC, Laboratorium : PAM Jaya
Parameter Satuan Air Baku I Air Olahan I Air Baku II Air Olahan II
Fisik
1. Warna Ppm Pt-Co 15 5 10 5
2. Turbidity Ppm SiO2 - - 7,7 0
3. Bau Tdk Tdk Tdk Tdk
4. Rasa Asin Tdk Asin Tdk
5. D.H.L m m 7500 350 7520 350
Kimia
6. pH 7,5 6,3 7,6 6
7. Zat Padat ppm - - 5340 138
8. Zat Organik ppm KmnO4 3,79 1,58 4,74 1,58
9. CO2 bebas ppm CO2 13,2 17,6 30 22
10. P. Alkalinity ppm CaCO3 0 0 0 0
M. Alkalinity ppm CaCO3 390 60 275 25
Carbonat ppm CaCO3 0 0 0 0
Bicarbonat ppm CaCO3 390 60 275 25
11. Tot Hardness OD 19,4 0 29 0,8
Calsium ppm Ca++ 49,98 0 74,97 2,856
Magnesium ppm Mg++ 53,35 0 79,55 1,72
12. Besi ppm Fe++ 4,4 Negatif 1,4 Negatif
13. Mangan ppm Mn++ Negatif Negatif Negatif Negatif
14. Sulphate ppm SO4 950 Negatif 1250 Negatif
15. Phospate ppm PO4 Negatif Negatif Negatif Negatif
16. Ammonium ppm NH4 0,25 Negatif 0,25 Negatif
17. Nitrite ppm NH4 0 0 0 0
18. D.O ppm O2 - - - -
19. Silika ppm SiO2 - - 25 1
20. Chlorida ppm Cl 2215,2 110,76 2680 116,44
1.4. Potensi
Potensi yang dapat diambil dari penerapan teknologi ini berupa nilai tambah sebagai hasil dari pengembangan dan rekayasa komponen utama unit RO. Adapun macam-macam komponen yang mungkin masih dapat dikembangkan di Indonesia adalah:
• Studi membran semipermeable yang mengarah pada produksi lokal. Jantung filter dari sistem RO adalah terletak pada teknologi membran. Saat ini teknologi membran belum dapat diproduksi di Indonesia, hal ini disebabkan karena kita belum menguasai teknologi tersebut terutama untuk skala produksi. Untuk itu perlu segera dilakukan transfer teknologi pembuatan membran semipermeabel dari negara lain.
• Fabrikasi pretreatmen dan filter. Pretreatment atau pengolahan awal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengolahan air ini. Air asin sebelum masuk pada unit RO harus diolah terlebih dahulu. Syarat air baku sebelum masuk ke unit utama harus tidak boleh keruh, tidak boleh berwarna, tidak berbau, kandungan zat besi/mangan kurang dari 0.01 ppm. Berdasarkan kriteria tersebut maka pengolahan tingkat awal menjadi hal yang begitu penting, sehingga peranan fabrikasi oleh perusahaan lokan akan menunjang penerapan teknologi ini. Untuk fabrikasi pembuatan pretreatmen dan filter dapat dibuat dengan bahan dari "stainless stell", paralon maupun "fiber glass".
• Fabrikasi media. Media filter sangat diperlukan sebagai media filter. Media filter biasanya terdiri dari pasir silika, mangan aktif dan karbon aktif. Teknologi untuk mengolah media tersebut sudah dikuasai oleh bangsa Indonesia. Sumber bahan yang dapat diolah menjadi media filter juga banyak terdapat di Indonesia.
• Industri perakitan. Untuk menghasilkan 1 unit RO maka diperlukan beberapa komponen dasar yang terdiri dari : 1. Casis., 2. Pompa Tekanan tinggi., 3. Modul Membran Tabung., 4. Pipa fleksibel., 5. Panel Listrik., 6. Flow Meter., 7. Valve., 8. Komponen pendukung lain., dirakit dalam suatu industri perakitan. Pada industri semacam itu paling tidak diperlukan beberapa orang ahli yang mengetahui dasar teknik, mesin dan listrik.


. Batas kelarutan garam dalam air baku untuk standart air minum adalah untuk DHL = 400 - 1250 mmhos dan Cl - =600 ppm. Pembagian kualitas air berdasarkan kadar salinitas air adalah : 1. Air Tawar (DHL < 1250 mmhos). 2. Air Payau (DHL 1250 - 12.000 mhos). dan Air Asin > 12.000 mmhos), sehingga untuk menentukan jenis teknologi yang akan digunakan salah satunya ditentukan oleh kadar salinitas tersebut.

II. BAHAN
2.1. Bahan Utama
Komponen Utama Unit RO dibagi menjadi 4 macam yaitu:
A. Pengolahan Tingkat Awal
No Nama Barang Spesifikasi Keterangan
1 Pompa Air Baku Kapasitas 25 l/menit, 380 V, Tiga Fase 50 Hz, Tekanan 6 Bars (max) Stainless steel
2 Reaktor Tank Model RT6312,
Kapasitas 0,5-1M3/Jam Mild Steel with Reinforce Fiber Plastic
3 Rapid Sand Filter Model FS1212,
Kapasitas 1,4-1,8M3/Jam Fiber glass
4 Iron Manganese Filter Model FM1012,
Kapasitas 1,4-1,8M3/Jam Fiber glass
5 Colour Polishing
(Filter Carbon) Model FC1012,
Kapasitas 1,4-1,8M3/Jam Fiber glass
6 Dosing Pump Single Acting, Chemtech 100/030, Pressure = 7 Bar, Kapasitas = 4,7 l/jam Hypallon , Sebanyak 5 buah
7 Tangki kimia Model BT 502510, Volume 30 lt Polyethylene
8 Perlengkapan Titik Jumper, Kelistrikan, Pipa PVC, Pipa Fleksibel Plastik, PVC, Logam
B. Komponen RO
No Nama Barang Spesifikasi Keterangan
1 Membran RO Thin Film Composit, Tekanan Operasi 1-24 Bars, Temp 40 oC, Air payau/Payau, Toleransi besi, mangan, klorida 0,01 ppm Jumlah elemen 3 buah
2 Panel Listrik dan Kontrol operasi Kelistrikan, indikator meter dan lampu. Semi otomatis
3 Pompa Tekanan Tinggi 2,2 KVA, 3 Phase 380 V, 50 Hz Sainless Steel
C. Komponen Desinfeksi dan Tangki Penampung Air Minum
No Nama Barang Spesifikasi Keterangan
1 Ultra Violet 20 Watt -
2 Perlengkapan Pipa PVC, Lem, Tape, Jet, Valve, Panel automatis, Kabel dan Kelistrikan PVC, Stainlees Steel
3 Bak Penampung Air Olahan Bahan Stainless steel Stainless steel
D. Pembangkit Listrik
No Nama Barang Spesifikasi Keterangan
1 Generator Kapasitas Min 7,5 KVA, 15-19 PK, 3 Phase, 380 V/220 V, Hopper Bahan bakar Solar
2 Panel Kelistrikan Phase 3 380 V dan 220 V Manual
3 Pendingin Bahan besi
2.1. Bahan Tambahan
Bahan tambahan yang diperlukan dalam operasional unit pengolah air sistem RO antara lain Kalium Permanganat (KMnO4), Anti scalant, Anti Fouling dan Anti bakteri. Kalium permanganat digunakan sebagai bahan oksidator terhadap zat besi, mangan dan bahan organik dalam air baku.


III. TAHAPAN
Untuk membuat suatu alat pengolah air sistem RO persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
• Analisis kualitas air baku: hasil analisa kualitas air sangat menentukan jenis teknologi yang akan dipakai serta biaya yang akan dikeluarkan untuk mendesain alat. Jika air baku yang akan digunakan mempunyai kualitas yang jelek sudah dapat dipastikan bahwa biaya yang akan dikeluarkan banyak. Sebagai contoh jika kualitas air baku mempunyai TDS diatas 35.000 ppm maka jenis membra yang dipakai harus membran untuk air asin, pompa tekanan tinggi yang digunakan tentu saja harus besar sehingga biaya yang diperlukan menjadi besar.
• Desain dan Rencana: Desain dan Rencana dibuat berdasarkan data kualitas air dan permintaan dari user. Rancangan unit pengolah air di tuangkan ke dalam gambar desain untuk memudahkan pengerjaan di bengkel dan lapangan. Besar kecilnya desain rancangan unit pengolahan air dibuat berdasarkan pesanan. Kapasitas yang pernah dibuat adalah 2 m3/hari, 7,5 M3/hari dan 10 M3/hari. Meskipun kapasitas yang pernah dibuat masih tergolong kecil akan tetapi pernah merancang sampai kapasitas 3 Lt/dt.
• Perakitan dan Instalasi : Pada tahap perakitan ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu 1. Perakitan Pretreatmen. 2. Perakitan Unit RO 3. Perakitan sistem elektrik dan pendingin.
• Pemasangan di Lapangan: Unit RO dipasang pada bangunan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Bangunan tersebut berupa rumah RO dan Genset, Jaringan distribusi dan bangunan bak penampung.



IV. METODOLOGI
Jika air murni dan larutan garam dipisahkan oleh selaput semipermeabel maka akan terjadi aliran yang mengalir dari zat cair dengan konsentrasi rendah menuju ke air garam (larutan air yang mengandung kadar garam tinggi) yang mempunyai konsentrasi tinggi. Aliran air melalui selaput semipermeabel tersebut dapat berlangsung karena adanya tekanan osmosis. Jika tekanan dilakukan sebaliknya yaitu air garam diberikan suatu tekanan buatan yang besarnya sama dengan tekanan osmosis, maka yang terjadi adalah tidak ada aliran dari air ke air garam atau sebaliknya.
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya tekanan osmosis adalah konsentrasi garam dan suhu air. Air laut umumnya mengandung TDS minimal sebesar 30.000 ppm. Sebagai contoh, untuk air laut dengan TDS 35.000 ppm pada suhu air 25o C, mempunyai tekanan osmose 26,7 kg/cm2, sedangkan yang mengandung 42.000 ppm TDS pada suhu 30o C mempunyai tekanan osmosis 32,7 kg/cm2.
Jika tekanan pada sisi air garam (air asin) diberikan tekanan sehingga melampaui tekanan osmosisnya, maka yang terjadi adalah air dipaksa keluar dari larutan garam melalui selaput semipermeabel. Proses memberikan tekanan balik tersebut disebut dengan osmosis balik. Prinsip osmosis balik tersebut diterapkan untuk pengolahan air payau atau air laut menjadi air tawar. Sistem tersebut disebut Reverse Osmosis atau RO.
Sistem RO tidak bisa menyaring garam sampai 100 % sehingga air produksi masih sedikit mengandung garam. Untuk mendapatkan air dengan kadar garam yang kecil maka diterapkan sistem dengan dua sampai tiga saluran. Jika ingin membuat air minum yang mengandung kira-kira 300 sampai 600 ppm TDS cukup menggunakan saluran tunggal.
Jika air olahan yang dihasilkan menjadi semakin banyak maka jumlah air baku akan menjadi lebih besar dan sebagai akibatnya tekanan yang dibutuhkan akan menjadi semakin besar. Tekanan buatan (tekanan kerja) tersebut harus lebih besar dari tekanan osmosis pada air baku. Tekanan kerja yang dibutuhkan jika memakai air laut adalah antara 55 sampai 70 kg/cm2.
RO mempunyai ciri-ciri yang sangat khusus sebagai model pengolah air asin yaitu:
• Energi Yang Relatif Hemat yaitu dalam hal pemakaian energinya. Konsumsi energi alat ini relatif rendah untuk instalasi kemasan kecil adalah antara 8-9 kWh/T (TDS 35.000) dan 9-11 kWh untuk TDS 42.000.
• Hemat Ruangan. Untuk memasang alat RO dibutuhkan ruangan yang cukup hemat.
• Mudah dalam pengoperasian karena dikendalikan dengan sistem panel dan instrumen dalam sistem pengontrol dan dapat dioperasikan pada suhu kamar.
• Kemudahan dalam menambah kapasitas.
Meskipun alat pengolah air sistem RO tersebut mempunyai banyak keuntungan akan tetapi dalam pengoperasiannya harus memperhatikan petunjuk operasi. Hal ini dimaksudkan agar alat tersebut dapat digunakan secara baik dan awet. Untuk menunjang operasional sistem RO diperlukan biaya perawatan. Biaya tersebut diperlukan antara lain untuk bahan kimia, bahan bakar, penggantian media penyaring, servis dan biaya operator.
Sistem pengolahan air sangat bergantung pada kualitas air baku yang akan diolah. Kualitas air baku yang buruk akan membutuhkan sistem pengolahan yang lebih rumit. Apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter fisik yang buruk (seperti warna dan kekeruhan), maka yang membutuhkan pengolahan secara lebih khusus adalah penghilangan warna, sedangkan proses untuk kekeruhan cukup dengan penjernihan melalui pengendapan dan penyaringan biasa. Tetapi apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter kimia yang buruk, maka pengolahan yang dibutuhkan akan lebih kompleks lagi.
Untuk daerah pesisir pantai dan kepulauan kecil, air baku utama yang digunakan pada umumnya adalah air tanah (dangkal atau dalam). Kualitas air tanah ini sangat bergantung dari curah hujan. Jadi bila pada musim kemarau panjang, air tawar yang berasal dari air hujan sudah tidak tersedia lagi, sehingga air tanah tersebut dengan mudah akan terkontaminasi oleh air laut. Ciri adanya intrusi air laut adalah air yang terasa payau atau mengandung kadar garam khlorida dan TDS yang tinggi.
Air baku yang buruk, seperti adanya kandungan khlorida dan TDS yang tinggi, membutuhkan pengolahan dengan sistem Reverse Osmosis (RO). Sistem RO menggunakan penyaringan skala mikro (molekul), yaitu yang dilakukan melalui suatu elemen yang disebut membrane. Dengan sistem RO ini, khlorida dan TDS yang tinggi dapat diturunkan atau dihilangkan sama sekali. Syarat penting yang harus diperhatikan adalah kualitas air yang masuk ke dalam elemen membrane harus bebas dari besi, manganese dan zat organik (warna organik). Dengan demikian sistem RO pada umumnya selalu dilengkapi dengan pretreatment yang memadai untuk menghilangkan unsur-unsur pengotor, seperti besi, manganese dan zat warna organik.
Sistem pretreatment yang mendukung sistem RO umumnya terdiri dari tangki pencampur (mixing tank), saringan pasir cepat (rapid sand filter), saringan untuk besi dan mangan (Iron & manganese filter) dan yang terakhir adalah sistem penghilang warna (colour removal).
Gambar skema unit pengolah air sistem RO dapat dilihat pada gambar 3

Gambar 3. Skema Pengolahan Air Sistem Reverse Osmosis

V. PERALATAN
Untuk merakit suatu unit RO diperlukan beberapa alat pendukung seperti : Mesin Las, Bor listrik, Alat potong/gergaji, Obeng, Palu, Lem, Kunci, Gurinda dan alat pertukangan.

VI. CARA PEMBUATAN
Cara pembuatan unit pengolah air sistem RO dibagi menjadi 4 bagian utama yaitu 1. Unit Pengolah Awal(Pre Treatmen). 2.Unit Sistem RO. 3. Unit Sumberdaya. Dan 4. Bangunan Pelindung. Cara pembuatan masing-masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
No Nama Unit Cara Pembuatan
1 Saringan Air baku Saringan ini dibuat dari paralon yang diberi lubang kecil-kecil atau bisa juga dengan menggunakan kawat kasa tahan asin.
2 Tangki Reaktor Bahan tangki terbuat dari besi yang dikoting dengan fiber atau dibuat dari fiber glas. Cara pembuatan tangki reaktor dilakukan dengan cara pengepresan, roling, koting dan pengelasan, sedangkan untuk bahan fiber dilakukan dengan pencetakan dengan mol cetak dan finising.
3 Tangki Kimia Tangki kimia dibuat dari bahan fiberglas. Cara pembuatan tangki dilakukan dengan pencetakan melalui mol cetak dan finising/pengecatan.
4 Tabung Filter Tabung filter dalam satu unit standar terdiri dari 3 buah yaitu tabung saringan pasir, tabung saringan mangan dan saringan carbon. Cara pembuatan dengan pencetakan melalui mol cetak, roling dan finising/pengecatan.
5 Unit RO Cara pembuatan unit ini dengan instalasi pada casis. Komponen utama unit Ro terdiri dari Pompa tekanan tinggi, membran RO, Panel Tekanan, Panel debit, Test kit LED, Cartridge Filter, Panel listrik, Valve pengatur.
6 Unit pompa dosing
Dan tangki kimia Tangki kimia digunakan sebagai penampung bahan kimia yang terdiri dari bahan oksidasi, anti fouling, anti bakteri, anti scalan. Larutan bahan kimia dipompakan ke dua titik malalui pompa dosing. Kedua titik input tersebut adalah satu titik input sebelum tangki reaktor dan tiga titik input setelah saringan awal.
7 Unit sumberdaya Unit sumber daya merupakan sumber listrik bisa terdiri dari generator atau PLN. Sumber listrik yang berasal dari generator diatur melalui panel listrik. Didalam panel tersebut terdapat saklar utama, saklar air baku dan saklar pompa kimia.
8 Bangunan Pelindung Fungsi dari bangunan pelindung adalah untuk melindungi RO, Generator, Panel listrik, bahan kimia dan operator. Bangunan ini dapat dibuat dari bahan bangunan beton atau kayu atau kombinasi dari kedua bahan tersebut.



Bahan dari BPPT .go.id